Kenapa Anak-Anak Wajib Menguasai Skill IT melalui Remote Environment?

Dalam satu tagline yang padat,

Penguasaan Skill IT harus mengarahkan anak-anak menjadi produser, bukan konsumer.

Sebagaimana anak-anak sekolah diberikan ujian untuk menilai keberhasilan proses belajarnya, maka menguasai skill IT ini hanya bisa diukur jika anak-anak menghasilkan suatu produk jadi, yang tidak hanya sekedar aplikasi Hello World, atau aplikasi echek-echek lainnya, namun merupakan produk jadi yang bisa menarik paying customer.

Terlalu tinggi?

Tidak juga.

Sebenarnya, iya terlalu tinggi: jika Anda menggunakan parameter tahun ’90-an.

Namun di era Milenial ini, era dimana anak batita sudah santai santai saja mengoperasikan tablet yang baru saja mereka kenal, atau era dimana Youtube sudah menggantikan televisi, .. produk jadi sebagai parameter keberhasilan menjadi sesuatu yang meh saja. Biasa saja.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana anak-anak yang sejatinya adalah insan-insan dalam fase bermain, memiliki passion untuk belajar dengan intens, namun dalam suasana yang .. bermain-main.

Dalam hal ini, sudah cukup banyak lembaga-lembaga edukasi tinggi menghasilkan produk-produk serupa itu. Contoh yang paling jelas adalah MIT dengan produk Scratch-nya, yang mengindikasikan adanya keseriusan dalam penggarapan koding sebagai medium belajar anak-anak, namun dengan suasana bermain yang mengasyikkan bagi reseptor kognitif mereka.

Lebih dari itu, anak-anak juga harus dibiasakan dengan suatu perubahan paradigma pembelajaran, kerja atau kehidupan, dimana segala sesuatu bergerak menuju Remote Environment, yaitu suatu lingkungan yang keberadaan seseorang secara fisik, tidak diperlukan. Padahal jika  proses tersebut dilakukan secara konvensional, maka kehadiran fisik-nya sangat menentukan keberhasilan proses tersebut.

“Buat apa?”, mungkin Anda berpikir demikan.

“Bukankah anak-anak tinggal bergerak menuju sekolah, tempat kursus dan lain sebagainya, maka mereka akan dapat berinteraksi dengan sempurna dalam proses belajarnya? Saya pun demikian: saya tinggal berangkat ke kantor, maka saya dapat bekerja dengan sempurna. Buat apa segala kerumitan Remote Environment ini?”

Karena, dunia sudah berubah.

End of story

 

PS: Artikel ini merupakan prelude dari Course Coding for Kids yang sedang diteliti terlebih dahulu efektifitasnya. Stay tuned!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *